|17 Views | Rescue Stories
gambar David Robinson dan Justyce Crossman
Menyelamatkan Nyawa Tunangan dengan CPR, Kisah Ini Bikin Hubungan Mereka Makin Kuat
Momen yang seharusnya menjadi pengalaman menyenangkan berubah menjadi situasi menegangkan bagi pasangan muda ini. Namun, dari kejadian tersebut, justru lahir ikatan yang semakin kuat di antara mereka.
Justyce Crossman, seorang perempuan asal Australia, berhasil menyelamatkan nyawa tunangannya, David Robinson, setelah pria itu mengalami serangan jantung di usia yang masih sangat muda, 21 tahun. Peristiwa itu terjadi saat keduanya sedang mendaki di kawasan Wales.
Di tengah perjalanan, David tiba-tiba pingsan dan tidak sadarkan diri. Situasi menjadi semakin genting ketika diketahui bahwa ia tidak bernapas dan tidak memiliki denyut nadi.
“Saya pikir saya akan kehilangan dia,” kenang Justyce.
Tanpa banyak waktu untuk panik, perempuan berusia 23 tahun itu langsung melakukan CPR (resusitasi jantung paru). Selama sekitar 20 menit, ia terus berusaha mempertahankan nyawa tunangannya hingga akhirnya tim penyelamat datang.
David kemudian diterbangkan ke rumah sakit dan berhasil diselamatkan. Kabar baiknya, ia diperkirakan akan pulih sepenuhnya.
Menurut Justyce, kejadian ini justru membuat hubungan mereka semakin erat.
“Kami sangat saling mencintai, dan ini membuat kami semakin dekat,” ujarnya.
Pasangan ini pertama kali bertemu pada tahun 2023 di Bendigo, Australia. Hubungan mereka berkembang pesat hingga akhirnya bertunangan pada tahun 2025.
“Sejak bersama, kami hampir tidak pernah berpisah. Kami melakukan segalanya bersama,” tambah Justyce.
Setelah kejadian tersebut, David diketahui memiliki kelainan jantung langka sejak lahir yang disebut ALCAPA (Anomalous left coronary artery from the pulmonary artery), kondisi yang sangat jarang ditemukan pada orang dewasa karena biasanya berakibat fatal sejak bayi.
Meski begitu, dokter memastikan bahwa ia tidak diperkirakan akan mengalami serangan jantung lagi. Selama masa pemulihan, David mengisi waktunya dengan hal sederhana—menonton pertandingan kriket.
Keluarga David kini juga berinisiatif menggalang dana untuk memasang lebih banyak AED di ruang publik, agar kejadian serupa bisa lebih cepat ditangani di masa depan.
Atas keberaniannya, Justyce menerima penghargaan dari NHS Wales dalam kampanye “Save a Life” yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya CPR.
Pengalaman ini juga mengubah arah hidupnya. Ia kini terinspirasi untuk menjadi seorang paramedis.
“Meskipun sangat menakutkan dan menguras tenaga, saya merasa bisa melakukannya lagi untuk orang lain,” katanya.
“Rasanya luar biasa bisa menyelamatkan nyawanya. Saya pikir ini adalah panggilan hidup saya.”
Kisah ini menjadi pengingat bahwa tindakan cepat bisa menjadi penentu antara hidup dan mati. CPR yang dilakukan segera mampu menjaga aliran darah dan oksigen ke otak, sementara penggunaan AED (Automated External Defibrillator) sangat penting untuk mengembalikan irama jantung normal pada kasus henti jantung.
Sayangnya, tidak semua orang tahu cara melakukan CPR dengan benar, dan tidak semua tempat memiliki akses ke AED. Padahal, kombinasi keduanya dapat secara signifikan meningkatkan peluang keselamatan.
Karena itu, edukasi dan pelatihan menjadi hal yang tidak kalah penting. Dengan pengetahuan yang tepat, siapa pun bisa menjadi penolong pertama saat keadaan darurat terjadi—baik di rumah, kantor, sekolah, maupun tempat umum.
Kami menyediakan pelatihan CPR & penggunaan AED untuk individu, perusahaan, dan institusi, agar lebih siap menghadapi situasi darurat. Dengan pelatihan yang tepat, Anda tidak hanya belajar—tetapi juga memiliki kemampuan untuk menyelamatkan nyawa.