|43 Views | Health Insights

Women's Comfort: Beyond Menstrual Pain talkshow saat acara launching Levina

Women’s Comfort: Beyond Menstrual Pain

Mengenal TENS sebagai Terapi Non-Obat untuk Nyeri Haid

Nyeri haid atau dismenore masih menjadi keluhan yang sering dialami oleh banyak perempuan. Selama ini, metode yang paling umum digunakan adalah kompres hangat atau konsumsi obat pereda nyeri. Namun, seiring berkembangnya teknologi di bidang kesehatan, kini mulai banyak alternatif terapi non-obat yang bisa digunakan, salah satunya adalah TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation).

Dalam sebuah talkshow bertema Women’s Comfort: Beyond Menstrual Pain pada acara peluncuran produk LEVINA TENS oleh PT. AMPM Healthcare Indonesia, dr. Dinda Derdameisya, Sp.OG menjelaskan bahwa “Sebenarnya konsep kerja TENS tidak jauh berbeda dengan metode konvensional seperti kompres hangat yang sudah lama digunakan.”

Selama ini, kompres hangat sering menjadi pilihan pertama. Namun, metode ini memiliki beberapa keterbatasan. Kompres hangat membutuhkan persiapan, seperti memanaskan air, serta efek hangatnya cenderung tidak bertahan lama sehingga perlu diulang berkali-kali. Selain itu, penggunaannya juga kurang praktis ketika sedang beraktivitas di luar rumah.

Sementara itu, obat pereda nyeri memang dapat memberikan efek yang lebih cepat, tetapi tidak semua orang nyaman mengonsumsinya secara rutin. Penggunaan obat dalam jangka panjang juga sering menjadi pertimbangan tersendiri bagi sebagian perempuan, terutama yang ingin meminimalkan konsumsi obat.

Di sinilah TENS hadir sebagai solusi yang lebih modern dan praktis. Dengan teknologi stimulasi listrik ringan, TENS dapat langsung digunakan saat nyeri muncul tanpa perlu persiapan khusus. Stimulasi yang diberikan juga lebih terarah pada area nyeri, sehingga membantu menghambat sinyal nyeri ke otak sekaligus merangsang pelepasan endorfin.

Dibandingkan dengan kompres hangat yang efeknya sementara, TENS memberikan stimulasi yang konsisten selama penggunaan. Hal ini membuat rasa nyaman dapat bertahan lebih lama, bahkan saat pengguna tetap beraktivitas.

Secara sederhana, TENS bekerja dengan memberikan rangsangan listrik ringan pada area yang terasa nyeri, biasanya di bagian perut bawah. Rangsangan ini bersifat sensorik, yang bertujuan untuk “mengalihkan” sinyal nyeri agar tidak dominan dirasakan oleh tubuh.

Menurut dr. Dinda, “Ketika tubuh menerima rangsangan dari TENS, sinyal nyeri yang seharusnya dikirim ke otak menjadi terhambat atau tidak tersampaikan secara maksimal. Hal ini membuat rasa nyeri terasa lebih ringan karena perhatian sistem saraf “terbagi” dengan adanya stimulasi lain.”

Selain itu, penggunaan TENS juga dapat merangsang pelepasan endorfin, yaitu hormon alami tubuh yang berperan dalam mengurangi rasa nyeri dan meningkatkan rasa nyaman. Inilah yang membuat pengguna TENS sering merasakan efek relaksasi selama terapi berlangsung.

Dengan hadirnya TENS sebagai salah satu solusi non-farmakologis, perempuan kini memiliki lebih banyak pilihan dalam mengelola nyeri haid secara aman dan nyaman. Terapi ini bisa menjadi alternatif bagi mereka yang ingin mengurangi ketergantungan pada obat-obatan, tanpa mengurangi efektivitas dalam meredakan nyeri.

Peluncuran Levina TENS EMS menjadi bagian dari upaya menghadirkan solusi praktis bagi perempuan dalam mengatasi nyeri haid tanpa obat. Dengan teknologi TENS, perangkat ini dirancang untuk memberikan stimulasi yang membantu mengurangi rasa nyeri sekaligus meningkatkan kenyamanan.

Dengan adanya inovasi ini, perempuan kini memiliki alternatif yang lebih fleksibel dan modern dalam mengelola nyeri haid sehari-hari.